|
Berawal dari kecintaan pada budaya bangsa dan hasil alam, Puspo Budoyo selain sebagai Pusat Paduan Nusantara juga sebagai Pusat Bebatuan Alam Nusantara. Sementara sanggarnya sendiri berdiri di atas lahan yang luas bernuansa alam dilokasi yang mudah ditempuh. Tempat parkir luas, tepat untuk Pesta Pernikahan, Garden Party, Rapat/Pertemuan Keluarga, Pagelaran Kesenian lengkap 1 set alat band berikut sound system komplit, lighting set, wayang kulit, seperangkat gamelan jawa. Bisa untuk Shooting Video Clip. Sarana dan fasilitasnya pun bersih terpelihara seperti Pendopo untuk 100 orang, rumah induk untuk 50 orang, 5 gazebo familiar, sarana kesenian, taman asri untuk bermain anak, sarana olahraga, ruang ganti dll.
Sedangkan Paguyuban Puspo Budoyo didirikan pada tanggal 6 Agustus 2003 oleh H. Lies dan H. Luluk Sumiarso. Paguyuban ini bersifat nirlaba dan non politik.
Tujuan didirikannya Paguyuban ini adalah untuk meneguhkan eksistensi kesenian tradisional rakyat dan mempopulerkanya di kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dan diharapkan kesenian rakyat tersebut akhirnya menjadi kesenian nasional yang digemari oleh segala lapisan masyarakat dan suku-suku bangsa Indonesia
|
|
|
|
|
|