puspobudoyo.org

Perjalanan Menuju Destinasi Budaya Berkelas Dunia

Last Updated on 11/11/2023 by admin

Bintaro, sebuah kawasan yang dahulu dikenal sebagai Kampung Sawah, menyimpan sebuah kisah luar biasa di balik laju modernisasi dan kemajuan. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan, muncul Nusantara Puspobudoyo, sebuah destinasi budaya yang menjelma dari ladang sawah menjadi sorotan dunia.

Mengakar di Kampung Sawah

Kisah dimulai pada tahun 1976, ketika tanah yang menjadi rumah bagi Nusantara Puspobudoyo dibeli, bahkan sebelum Bintaro Jaya dan jalan tol muncul. Tanah sederhana ini, yang awalnya dianggap untuk penyewaan tanaman dan parkir, mengalami transformasi secara bertahap.

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan ini adalah pohon istimewa yang berasal dari Malang. Setelah pernikahan pada tahun 1979, pohon ini diangkut dengan kereta api menuju Bintaro, menjadi simbol pertumbuhan dan perkembangan ruang budaya yang unik ini.

Rumah Minahasa dan Kolaborasi Internasional

Perkembangan Nusantara Puspobudoyo tidak berhenti di situ. Rumah Manado, diperoleh pada tahun 2002 selama kunjungan ke Manado, diperkenalkan sebagai bagian dari kreativitas yang tak terbatas. Bangunan ini, yang awalnya berbentuk kontainer, berkembang menjadi tempat homestay dan pertunjukan budaya.

Kolaborasi internasional juga mencatat keberhasilan signifikan bagi Nusantara Puspobudoyo. Dengan sekelompok seniman dari 14 negara pada tahun 2015, tempat ini menjadi panggung bagi berbagai pameran seni yang meninggalkan kesan mendalam.

Majapahit Corner: Sebuah Pergelaran Sejarah

Tak puas hanya sebagai rumah budaya lokal, Nusantara Puspobudoyo bercita-cita lebih tinggi. Majapahit Corner, yang terinspirasi oleh kejayaan Majapahit, menjadi proyek ambisius untuk menciptakan ruang yang memamerkan sejarah budaya Indonesia.

Struktur yang mengingatkan pada candi-candi Majapahit menjadikan sudut ini sebagai daya tarik utama, mengajak pengunjung untuk menjelajahi dan merenung tentang masa lalu yang kaya.

Kampung Budaya Bintaro: Visi untuk Masa Depan

Pak Lulu, otak di balik Nusantara Puspobudoyo, bercita-cita untuk menjadikan Kampung Sawah sebagai pusat budaya yang menarik. Dengan harapan untuk mengembangkan kreativitas dan pariwisata, tempat ini bermimpi menjadi Kampung Budaya Nusantara, di mana tradisi, pertunjukan, dan kolaborasi internasional mendominasi.

Visinya yang bercita-cita tinggi membayangkan destinasi yang tak hanya menjadi kebanggaan lokal tetapi juga mencuri perhatian dunia. Kampung Sawah, melalui Nusantara Puspobudoyo, telah meniti perjalanan luar biasa dari ladang menuju kelas dunia, menjadi saksi kekayaan budaya yang mendalam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *